Tausiah Via Suara Online

Kamis, 08 Desember 2016

Sosok Tua Ini Lumpuh Dan Tidak Bisa Melihat, Namun Sangat Ditakuti Israel, Siapakah Dia?

Seseorang yang usianya renta, lumpuh badannya, mata kirinya rabun, telinganya radang, paru-parunya mengidap alergi, Akan tetapi siapa sangka seorang tersebut paling dicari-cari Israil. Siapakah Dia?. Mari kita kenali sosok orang tersebut.



Asy-Syahid Syekh Ahmad Yasin namanya, Dia adalah orang yang berani membebaskan tanah wakaf kaum muslimin di Palestina dengan segala perjuangannya. Bahkan dengan kondisi Syeikh Yasin yang cacat seperti saat ini, beliau mendapat gagasan “Adakah semua bentuk penyakit dan kecacatan yang menimpanya turut menimpa bangsa Arab hingga menjadikan mereka lemah. Jika umat Islam lupa terhadap kewajiban membebaskannya, biarkan ia bersama kursi rodanya yang menebusnya.”

Syeikh Yasin memiliki jiwa perjuangan yang tinggi. Dan dengan gagasan tersebut Syeikh Yasin berkata, “Aku tidak mampu kemana-mana dalam memenuhi hajatku kecuali apabila mereka menggerakkan kursi rodaku, adakah hati kalian tidak bergelora melihat kekejaman terhadap kami sehingga tiada satupun kaum yang bangkit dan menyatakan kemarahannya karena Alloh?”

Akan tetapi, biarlah Syeikh Ahmad Yasin mengartikan arti perlawanan dengan caranya, yakni membentuk kelompok mujahidin Palestina pada tahun 1982, hingga saat akhirnya meletuslah Intifadhah 1987 dan sepekan kemudian lahir Hamas.

Begitu takutnya Yahudi terhadap spirit perlawanannya, sampai akhirnya Israil menjatuhkan pidana seumur hidup dan 15 tahun penjara terhadap Syeikh Yasin. Begitulah sosok beliau yang mengaku tak kuasa memapah senjata dan mengangkat pena sebab tangannya yang lumpuh.

Apabila Golda Meir menyumbangkan setengah hartanya untuk Israil, maka Syeikh Yasin mentaruhkan seluruh nyawanya untuk Agama Islam. Demikianlah pelajaran yang dapat kita ambil bagaimana menjadi pemeluk Islam yang hakiki. Alloh memberikan kemampuan kepada beliau untuk menggerakkan jutaan jiwa dan raga orang meskipun beliau hampir tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya.

Dr Asy-Syahid Abdul Aziz Rantisi mengatakan, “Tiada sejarah yang diukur sama seperti Syeikh Yasin, dimana seorang pemimpin yang lemah mampu mengubahnya menjadi kekuatan.”

Keseharian Syeikh Yasin diisi dengan ibadah, waktu luangnya dipenuhi dengan pendidikan, tangan dinginnya digunakan untuk melahirkan kader dakwah, maka lahirlah kader-kader perjuangan, diantaranya seperti Ismail Haniya, Abdul Azis Rantisi, Khalid Misyal dan lainnya. Anak-anak muda yang gigih bersama beliau menggagas Hamas, sepekan setelah meletusnya Intifadhah.

Di dalam penjara, Syeikh Yasin mendapatkan pukulan yang bertubi-tubi tepat pada kepala dan matannya. Akan tetapi siksaan itu dilaluinya dengan tawakkal dan penuh ketabaha. Karena seluruhnya adalah bagian dari perjuangan. Syeikh Yasin berhasil keluar dari penjara pada tahun 1997 dikarenakan pertukaran tawanan. Anak-anak didiknya di Hamas berhasil mendapat tawanan dua agen mossad yang akan meracuni Khalid Misyal.

Bersama dengan Hamas, beliau kembali mengadakan perlawanan kepada Israil saat Ariel Sharon menyatroni Masjid Al Quds dan diikuti dengan pembunuhan terhadap jama’ah sholat. Bentrokan di antara tentara israil dan rakyat Palestina terpecah. Sehingga lahirlah Intifadhoh kedua.

Bermacam-macam cara dilakukan Israil untuk membunuh Syeikh Yasin dan selalu mengalami kegagalan. Sampai pada senin subuh, 1 Shafar 1425 H/ 22 Maret 2004 M, Apache Israil bentukan Amerika Serikat mendekat, kemudian memuntahkan tiga buah roket ke kediaman Syeikh Yasin.

Suara gemuruh tiga roket yang meledak tersebut seakan-akan melenyapkan langit Gaza waktu subuh. Abdul Hamid, yakni putra Syeikh Yasin terlempar beberapa puluh meter dari posisi dekat dengan ayahnya. Abdul Hamid berkata, “Saya tidak dapat melihat di mana jasad ayah saya. Dii dekat saya terdapat lima jenazah yang hancur berserakan, darah muncrat dan membanjiri kemana-mana.”

Pada saat itu menjadi hari duka bagi rakyat Palestina. Jutaan penduduk Palestina menangis dua ratus ribu orang mengantar ke pemakamannya. Gema takbir menyelimuti langit di Gaza. Jasad beliau memang telah tiada, akan tetapi gagasan dan cita-cita beliau terus berlanjut dan menembus jiwa para muslimin demi meneruskan perjuangan.

Syekh Yasin berpesan kepada seluruh penduduk Palestina yang berbunyi:

“Tanah Islam secara paksa telah dirampas oleh Yahudi Zionis dan itu hanya bisa direbut kembali dengan kekuatan. Palestina adalah tanah wakaf yang tidak bisa diserahkan, walaupun hanya satu inchi, untuk itu kamu bersedia melakukan segalanya,”

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sosok Tua Ini Lumpuh Dan Tidak Bisa Melihat, Namun Sangat Ditakuti Israel, Siapakah Dia?

0 komentar:

Poskan Komentar